Kisah Cinta Seorang Maba :)
Saat itu, tepatnya hari sabtu saat semua Maba jurusan lain sedang libur, tapi Maba jurusannya harus datang ke kampus untuk menghadiri kegiatan yang dilaksanakan oleh senior-seniornya.
Di sana, ia dan teman-temannya di bagi menjadi beberapa kelompok. Dan ia tergabung di kelompok 7.
Di kegiatan itu, ada seseorang yang menjadi pemimpin setiap keputusan yang akan diambil. mulai dari jadwal dimulainya acara, hingga jadwal para Maba bisa pulang.
Karena jumlah Maba laki-laki lebih sedikit dibanding perempuan, jadi yang memperkenalkan diri hanya Maba laki-laki.
Tiba-tiba, ketua dari kegiatan itu atau pihak dari SC, dengan nada yang keras bertanya kepada para senior "yang mana disini mirip sekali sama itu?" (itu yang dimaksud adalah seseorang yang mungkin dekat dengannya).
Senior kemudian menunjuk Maba itu, dan dengan tatapan yang dalam ia melihatnya dengan wajah penuh tanda tanya.
Kegiatan lalu berakhir pukul 13.00 wita, lalu sih maba pun kembali ke kost yang dekat dengan kampusnya. Besoknya, kisah yang kemarin pun berlanjut. Saat ia naik ke lantai 3 untuk melanjutkan kuliahnya, di sana ternyata ada dia lagi. Saat lewat di depan anggota SC itu, sih maba kembali melihat tatapan yang sangat mirip dengan kamarin.
Ia selalu bertanya-tanya, kenapa hingga saat ini tatapan itu masih saja ia lihat. Tidakkah hanya cukup untuk satu kali.
Hari sabtu selanjutnya, para senior mengadakan POMB di kampus. Hampir semua maba datang untuk mengikuti kegiatan itu. Dan lagi-lagi, anggota SC itu datang lagi di kampus. Saat pemateri sedang menyampaikan materinya, ia duduk tepat di depan pintu bersama senior-senior yang lain. Karena maba itu duduk paling depan, jadi dengan mudah ia bisa dilihanya. Tatapan itu kembali ia lihat. Tatapan yang sangat aneh buatnya.
Setelah pemateri selesai menyampaikan materinya, para maba diberi kesempatan untuk bertanya. Karena ada beberapa pertanyaan yang selalu mengganggu di kepalanya ia lalu mengajukan tangan dan bertanya. Saat sementara menyampaikan pertanyaan, sesekali ia melihat keluar pintu dan anggota SC itu semakin melihatnya dengan tatapan yang lebih aneh lagi. Kadang ia merasa risih, nerveous, bahkan malu karena takut tatapan yang seharusnya untuk temannya, malah selalu diterima olehnya yang hanya memiliki wajah yang mirip dengan wanita yang mungkin sangat ia sukai.
Kini, maba itu selalu menghindar jika harus bertemu dengan anggota SC itu. Ia tak ingin perasaan yang seharusnya tidak pernah ada, malah tumbuh di hatinya.
----
Kini, kisah itu hanya Tuhan yang tahu masa depannya. Ia hanya berdoa, semoga yang terjadi adalah yang terbaik dan sangat bermanfaat untuk hidupnya ke depan... :')
dan maba itu adalah....
BalasHapusdan dia adalah seseorang yg masih terus saja bermimpi .. menunggu kedatangan RAIN untuk membangunkannya :D
BalasHapus