Sabtu, 27 September 2014

Love Different Religions :'(

Tuhan, aku telah salah. Salah langka dalam memilih sang kasih. Benarkah itu Tuhan?
Salah ini sangat perih. Aku terlambat untuk tahu semua ini. Saat cinta sudah ada dalam hati, perbedaan ini muncul seakan memberi tamparan yang teramat perih.
Cinta itu apa adanya. Cinta tumbuh melalui izin dan tanganmu Tuhan. Tapi, perbedaan ini sangat engkau larang, KEYAKINAN.

Jawab aku Tuhan, mengapa Engkau menciptakan perbedaan itu di antara kami. Beribu pertanyaan selalu menusuk hati dan membuatku semakin terpuruk dalam pengharapan.
Perbedaan itu indah, jika bisa saling melengkapi. Lalu bagaimana dengan cinta beda agama di antara kami Tuhan...
Tuhan, hati ini merintih.. menangis seperti derasnya hujan keras. Ingin rasanya berlari dan menyatu dengan hujan itu. Izinkan aku menangis dalam derasnya hujan. Agar air mata ini takkan pernah terlihat oleh siapapun :'( .

Semua hal ini Engkau lukiskan bagai skenario yang tersusun rapi dan penuh makna. Tapi akankah cerita ini berakhir hanya karena perbedaam agama itu Tuhan ?
Cinta itu kini terhalangi oleh tembok yang sangat besar bagai Matahari yang menutupi bulan di siang hari. Tuhan, harapan penuh harapan selalu kupanjatkan untuk semua ini.

Aku seorang muslim, dan sang kasih seorang nonmuslim. Perbedaan ini hanya membuat kisah yang tak berujung.

Kasih, dengarkan AKU.
Kini, keputusan ini harus ku ambil.
Meskipun pahit, meskipun sangat menyesakkan dada. Tapi inilah kenyataannya.
Dalam agamaku, aku tak dizinkan untuk mencintai bahkan bersatu dalam janji suci dengan seorang nonmuslim. Meskipun di hati ini sangat terlukis indah namamu, namun semua apa mungkin bila IMAN kita sudah berbeda...

Dunia ini hanya sementara Kasih, akan ada dunia abadi yang akan menjadi tempat bersatunya cinta indah kita. Yakinlah, hidayah Tuhan akan datang kepada jiwaku dan jiwa engkau kasih. Dan menyatukan Cinta Suci di antara kita.
Semoga Tuhan meruntuhkan tembok itu dengan caranya. Agar pertemuan cinta bisa terwujudkan dalam KEKUASAAN ALLAH :')

Fitri-Hujan

1 komentar: