Sabtu, 27 September 2014


Terima Kasih Tuhan :')


Hari yang begitu ia nantikan kini telah terwujud Tuhan.
Kemarin, tepatnya hari Jum'at pukul 4 sore diadakan pertemuan kelompok untuk membahas materi POMB. Setelah beberapa jam, pembahasanpun selesai dan dilanjutkan dengan permainan Honest or Brave.
Awalnya, ia bisa menang dan terbebas dari hukuman permainan itu, tapi pada sesi kedua ia ternyata kalah dan akhirnya harus memenuhi kesepakatan yang diambil oleh para mentor dan kawannya.
Dan kalian tahu, semua hukuman ini selalu dianalogkan dengan seseorang yang menjadi penyemangat hatinya, ya Kak Hujan.
Pilihan pertama, ia harus bisa untuk membuat sebuah Surat Cinta untuk Kak Hujan. Spontan ia langsung menolaknya dan berkata TIDAK MUNGKIN. Bagaimana bisa, seorang wanita diminta membuat rangkain kata yang berisi cinta, perasaan tulus dan kebanggaannya kepada pujaannya.
Pilihan kedua, ia harus mengirimkan bunga beserta cokelat untuknya. Lagi-lagi, spontan ia langsung menolaknya. Ia tak mungkin sanggup memberikan bunga kepada lelaki pujaannya. Jelas, ini sangat memalukan dan melanggar UU PDKT.
Pilihan ketiga, ia harus memasak sebuah makanan yang spesial buatnya. Dan ini sudah menjadi pilihan terakhir untuknya. Jadi, mau tidak mau ia pun akan melakukannya.

Karena pihak mentor meminta untuk memberikan makanan itu esok, sepulang dari pertemuan tersebut ia langsung berusaha untuk mencari semua alat dan bahan untuk memasak makanan itu. Meskipun ia hanya membuat nasi goreng, tapi buatnya ini adalah hal spesial yang sangat berharga dalam hidupnya. Dan kalian tahu, ini adalah pertama kalinya ia memasak untuk seorang lelaki pujaannya. Saat malam sudah tiba, dan semua bahan sudah terkumpul, ia mencoba untuk memasak sebagai eksperimen sebelum hari esok terbit dan menyambutnya.

Dengan penuh kasih, ia memulai eksperimennya dengan memotong bawang merah, lombok besar, dan beberapa bumbu pelengkap lainnya. Ia lalu melanjutkannya dengan memasak udang sebagai campurannya nanti. Setelah itu, ia lalu menggoreng telur mata sapi yang tanpa ia sengaja, ternyata bentuk dari telur itu adalah hati. Sambil tersenyum ia melanjutkan masakannya sampai nasi goreng tersebut siap disajikan. Karena ini adalah eksperimen, ia lalu meminta teman-teman kost-nya untuk mencicipinya. Dan kalian tahu, jawaban yang ia terima sangat memuaskan. ENAK SEKALI Fitt'...

Akhirnya eksperimen itu berhasil ia jalankan. Kini, malampun semakin larut. Ia selalu terlambat jika harus bangun lebih pagi. Tapi karena keyakinannya yang besar, Tuhan seperti datang di hatinya lalu membangunkannya tepat pukul 05.01 Wita.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung menyediakan semua bahan-bahan untuk dimasaknya. Dia yakin, masakan yang ia buat dengan penuh cinta pasti akan menghasilkan makanan yang penuh keindahan dan berkah. Kini, nasi goreng itu sudah jadi dan ditempatkannya di sebuah rantang berwarna merah jambu yang menjadi warna favorit dari gadis itu.

Mentari seakan menyambut hari itu dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Pagi hari ia harus segera ke campus untuk kuliah sampai di siang hari. Ternyata Kak hujan baru bisa datang pada siang hari, hal ini tentu membuatnya khawatir jika nasi gorengnya basi. Tepat pukul 1 siang, Mentornya yang bernama Kak Arnand mengajak Kak Hujan untuk datang ke pinggir kolam di campusnya. Gadis itu dan kak Arnand memang sudah mengatur pertemuannya dengan kak Hujan. Dari belakang kemudian ia mengikuti kedua orang itu. Ia merasa sangat nerveous, takut jika dia ternyata tak mau mengambilnya. Tiba-tiba terdengar suara "Kak.....". Ternyata ia memberanikan diri dan dengan perasaan gugupnya memanggil kak Hujan.

Dan kalian tahu, saat itu adalah percakapan mereka yang pertama kali. Awalnya, kak Hujan sangat terkejut dan agak merasa malu karena pemberian itu. Bahkan ia menolaknya dan berkata "ihh, kenapa saya dkasi' dek? masih kenyangka dek...". Tapi karena yang sudah disepakati bahwa makanan itu harus diterima oleh kak Hujan, jadi ia agak memaksa dengan perkataan "ihh, terima lalomi kasian kak". Namun, ia masih saja belum mau menerimanya. Untungnya saat itu ada kak Arnand juga, jadi ia pun ikut turun tangan dan akhirnya Nasi Goreng itu kini telah ada di kak Hujan...

Dia langsung berlari menjauh dari tempat yang bersejarah itu dengan perasaan kacau. Di sisi lain, ia merasa sangat bahagia, namun di sisi lain, kalian tahu semua senior ternyata melihatnya dan memancarkan tatapan sinis yang membuatnya merasa bersalah dengan semua ini.

Ia lalu mengikuti kegiatan POMB itu dengan perasaaan yang masih belum stabil. Kalian tahu lagi, gadis itu memilih untuk duduk di barisan paling belakang agar ia tak bisa untuk saling bertatap mata. Tapi, mungkin karena sebuah perasaan yang tak bisa berbohong, matapun tak bisa berbuat banyak.
Ia ternyata masih selalu saling bertatap mata. Ya tuhan, saat aku mulai harus menjauh, mengapa pintu untuk semakin dekat dengannya engkau buka? Apakah ini tanda jika engkau merestui semua ini Tuhan?

Tepat pukul 5 sore, hp-nya berdering dengan nada khas sebuah pesan baru. Ia lalu membukanya ternyata dari kak Arnand. Kalian tahu isinya, kak arnand bilang "katanya kk Hujan tadi, Makasih. Lupa tadi tanyaki saking bahagianya :D" .. Ya ampun Tuhan.... engkau memberiku kebahagiaan yang bertubi-tubi di hari indah ini. Terima Kasih TUHAN :')

1 komentar: